SEMARANG – JATENG || jateng.journalistpolice.com – Sebanyak kurang lebih 750 personel Polda Jawa Tengah yang memasuki masa pra pensiun mengikuti kegiatan Latihan Keterampilan (Latram) hasil kolaborasi bersama BRI.
Program ini digelar sebagai bekal agar anggota tetap produktif, mandiri, dan siap membangun usaha setelah purnatugas.
Kegiatan bertajuk “Latram Polda Jateng x BRI, All in One Payroll Solution for Growing Business” tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari BRI, ASABRI, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, hingga pelaku usaha sukses.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan, peluang bisnis, serta pelatihan keterampilan praktis.
Pemimpin Cabang BRI Patimura Semarang, Birowo Cahyo Baskoro mengatakan, pihaknya memberikan edukasi terkait kesiapan finansial menghadapi masa pensiun, termasuk akses layanan perbankan dan pembiayaan usaha produktif.
“Kami ingin para anggota yang memasuki masa pensiun tetap produktif, mandiri secara finansial, dan memiliki peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah tidak lagi aktif berdinas,” ujarnya.
Sementara itu, Karo SDM Polda Jateng, Noviana Tursanurohmad menegaskan bahwa masa pensiun perlu dipersiapkan sejak dini agar anggota memiliki perencanaan keuangan yang matang dan tetap mampu berkarya setelah memasuki masa purnabakti.
“Pensiun bukan akhir dari produktivitas. Justru ini bisa menjadi awal untuk membangun usaha maupun aktivitas baru yang tetap menghasilkan,” katanya.
Menurutnya, program Latram rutin digelar sebagai bentuk perhatian institusi terhadap anggota yang memasuki masa transisi menuju pensiun.
Dengan pembekalan tersebut, para personel diharapkan tetap memiliki semangat berkarya dan mampu menjalani masa purnatugas dengan lebih sejahtera.
Selain materi keuangan dan kewirausahaan, peserta juga mendapatkan sosialisasi dari ASABRI mengenai manfaat program pensiun dan perlindungan hari tua. Hal itu penting agar anggota memahami hak serta fasilitas yang dapat dimanfaatkan saat memasuki masa purnabakti.
BBPVP Semarang turut memberikan pelatihan keterampilan barista coffee yang menjadi salah satu sesi favorit peserta. Pelatihan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru yang relevan dengan tren bisnis saat ini.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali pelatihan pengolahan sayuran menjadi keripik bernilai ekonomis dari narasumber dinas terkait.
Sejumlah pelaku usaha turut hadir berbagi pengalaman membangun bisnis sebagai motivasi bagi para peserta untuk memulai usaha mandiri setelah pensiun.

